Trip Santay ke Kuala Lumpur Malaysia

Setelah sekian lama saya enggak liburan (padahal beberapa bulan kemaren nge-trip ke pantai Sawarna, eh lupa nulis lagi tentang Sawarna), akhirnya saya nge-trip santay ke Malaysia bareng mamah alias Mamacation kalo kata mas Ariev Rahman. Walaupun taun kemaren saya udah sempet keliling di Kuala Lumpur tapi cuma di KLCC dan Petaling Street nya aja, tapi cuma semalem doang untuk nunggu transit pesawat, tetep belum begitu puas menikmati Kuala Lumpur.
Saya berangkat dari Bandung menuju Kuala Lumpur dengan maskapai Air Asia yang hanya ditempuh selama 2 jam 30 menit. Senangnya ada direct flight ke Kuala Lumpur dari Bandung. Beruntung di Kuala Lumpur saya punya tante yang bisa ditumpangin apartemennya, jadi budgetnya agak tipis dan bisa dialokasikan buat keperluan lain, terutama makan dan belanja.
Itinerary untuk trip kali ini sangat santay seperti yang saya tulis di atas. Karena trip ini sekalian silaturahmi dengan keluarga, saya hanya cerita jalan-jalannya aja yang waktunya random tapi tetep mengikuti timeline.
Hari pertama sampai di KLIA2 (say hello again to KLIA2!) yang bagus bandaranya. Suka banget deh kalo ke KLIA2, walaupun cuma transit 3 jam kaya dulu. Apa aja sih yang saya suka dari KLIA2?
1. Fasilitas
Fasilitasnya lengkap dan terjaga dengan baik. Fasilitas utama yang paling saya suka itu kereta bandara alias KLIA Express. Walaupun agak mahal setara 300 ribu PP, tapi nyaman dan cepat cuma 45 menit dari bandara ke stasiun KL Central atau sebaliknya.
2. Bandara dan mall yang bergabung jadi 1
Baru claim bagasi tapi pengen langsung diisi? Bisa banget! Banyak toko-toko barang branded yang bisa bikin lupa waktu bahkan lupa boarding. Terus kalo laper tinggal ke foodcourt nya aja. Makanannya enak-enak dan porsinya banyak.
Photo 4-24-17, 11 26 17 AM
Yong Tau Fu di Foodcourt KLIA2
3. Kebersihan dan kenyamanan
Toiletnya bersih, musola atau suraunya bersih dan adem. Ya pokoknya bikin nyaman deh. Karena nyamannya, saya sempat berencana untuk tidur di bandara ini waktu transit tahun lalu.
Setelah puas jalan-jalan di KLIA2, saya melanjutkan perjalanan ke Kuala Lumpur dan berhenti di stasiun KL Central. Malamnya saya kulineran di dekat apartemen tante saya. Saya mencoba makan di salah satu restoran franchise asli Malaysia yaitu NZ Curry House. Walaupun namanya curry house, tapi yang dijual disini macem-macem, mulai dari nasi briyani dengan berbagai macam kari, nasi kandar dengan lauk-pauknya yang bikin ngiler, berbagai jenis roti canai, naan, dosai, bahkan nasi goreng dan kwetiau goreng juga ada! Lengkap banget pokoknya, sampe saya bingung. Saya pun memutuskan untuk makan nasi briyani dengan kari kambing. Awalnya, saya enggak berharap banyak dari kari kambingnya dan yang saya bayangin, kari kambingnya berisi potongan daging sebesar daging rendang, dan ternyata dikasih daging sebesar kepalan tangan orang dewasa! Huahaha! Ini sih bener-bener puas dan kenyang banget! Mantap deh pokoknya! Ditambah minumnya es teh tarik yang bikin adem.
Hari kedua, saya memutuskan untuk city tour. Kali ini tujuannya ke KLCC, Bukit Bintang, Dataran Merdeka dan Pasar Seni. Saya mengandalkan transportasi umum untuk city tour. Nah, tentang transportasi umum, ternyata Kuala Lumpur punya LRT dan MRT, tapi rutenya enggak sebanyak di Singapura. Yang paling asik, kita bisa naik bus keliling Kuala Lumpur GRATIS! Yup, namanya bus Go KL. Pagi-pagi saya jalan-jalan dengan bus Go KL ini biar masih agak sepi. Gimana sih caranya naik bus Go KL? Sebenernya, halte bus Go KL ada di hampir seluruh tempat wisata dan bisnis di Kuala Lumpur. Tapi yang paling gampang, naik di bus stop di depan KLCC di jalan Ampang. Bus nya gampang dikenali soalnya ada tulisan Go KL nya dan berwarna ungu. Bus Go KL ini ternyata ada rutenya, jadi semacem ada line nya gitu dan kita bisa transit dari satu line ke line lain. Walaupun gratis, bus Go KL ini full AC, adem dan interiornya bagus. Namanya gratis pasti ada kekurangannya, yaitu bus suka penuh di rute tertentu seperti rute yang menuju Bukit Bintang. Puas keliling naik bus Go KL, saatnya istirahat brunch di KLCC. Siang itu saya makan Hokaido Cheese Tart dan Curry Mee yang enaaak banget! Dari kemarin saya makan, enggak ada makanan yang enggak enak! Semuanya enak!
Photo 4-22-17, 11 39 57 AM
Bus Go KL
Photo 4-22-17, 8 41 06 AM
LRT Kuala Lumpur
Setelah istirahat dan window shopping di KLCC, saya menuju Dataran Merdeka, lagi-lagi menggunakan bus Go KL. Karena lokasinya agak jauh, jadi saya berkali-kali transit untuk mendapatkan bus dengan jalur yang menuju Dataran Merdeka. Dataran Merdeka adalah lapangan luas yang dikelilingi gedung-gedung pemerintahan dan bersejarah yang berasitektur sangat menarik. Lapangan ini mempunyai tiang bendera tertinggi se Asia Tenggara. Dataran Merdeka biasa dipakai untuk kegiatan kenegaraan. Sayangnya disana saat itu sedang ada renovasi bangunan dan persiapan untuk acara kerajaan, jadinya agak terganggu dan kurang menikmati. Waktu yang paling pas untuk mengunjungi Dataran Merdeka adalah di sore hari soalnya suhu udara saat siang hari di Kuala Lumpur sangat panas.
Photo 4-22-17, 1 47 51 PM
Dataran Merdeka
Photo 4-22-17, 1 46 09 PM
Gedung Sultan Abdul Samad
Photo 4-22-17, 1 42 15 PM
Lanjut menuju Masjid Jamek yang berada di belakang Dataran Merdeka dan tidak jauh dari stasiun LRT Masjid Jamek. Masjid Jamek memiliki arsitektur yang sangat menarik dan memiliki kanopi-kanopi peneduh seperti di masjid Nabawi di Madinah. Di hari itu, masjid Jamek sedang direnovasi sehingga kegiatan wisata agak terganggu. Walaupun begitu, masih banyak turis yang antusias berkunjung ke masjid ini.
Photo 4-22-17, 1 54 39 PM
Kanopi di Masjid Jamek
Siang yang panas dan cukup melelahkan membuat saya balik lagi ke stasiun KLCC dan menuju Avenue K untuk ngadem. Avenue K ini mall yang berada di seberang KLCC, dari eskalator exit stasiun LRT KLCC belok kanan. Disini saya mengunjungi store Muji yang kebetulan lagi ada sale 30% untuk beberapa item dan beruntung saya dapet hasil buruan berupa 1 potong kemeja flanel yang lembuuut dan nyaman banget! Suka deh sama barang-barang Muji, apalagi kalo ada diskon, hehehe. Perut udah keroncongan lagi dan saya makan di kedai yang bernama Boat Noodle. Jadi kedai Boat Noodle ini menyajikan masakan mie khas Thailand. Ada mie beras dan mie telur dengan topping ayam atau sapi dan 2 macem soup base. Lucunya, setiap porsi seharga 3 ringgit dengan porsi kecil-kecil! Saya pun kaget ketika pesanan datang. Rasanya, bener-bener enak dan enggak ragu langsung minta tambah 4 porsi lagi. Secara orang-orang yang makan disana minimal pesen 5 porsi lho.
Udah kenyang dan fresh lagi, saatnya meluncur ke Pasar Seni. Kali ini naik LRT biar gak banyak transit, soalnya dari stasiun KLCC ke stasiun Pasar Seni itu sejalur dan cuma beda 3 stasiun. Pasar Seni banyak disambangi turis karena berbagai macam produk khas Malaysia dijual disini dan kebanyakan berupa oleh-oleh semisal gantungan kunci, magnet, cokelat dan cemilan lainnya. Ada juga stand pejual cokelat langganan tante saya yang menjual cokelat Berryls yang khas Malaysia. Walaupun stand cokelat Berryls ada di KLCC dan KLIA2, tapi tetep di pasar bisa lebih murah. Oh iya, sedikit review cokelat Berryls, cokelatnya enak-enak! Saran saya beli yang matcha (green tea) dan yang assorted (satu box isi beberapa jenis cokelat: almond, strawberry & lupa satu lagi apa). Kalo mau beli yang lain juga boleh sih.
Puas belanja oleh-oleh, balik lagi ke KLCC untuk ngeliat air mancur warna-warni yang menari-nari alias dancing fountain di taman di belakang KLCC. KLCC di malam minggu ya tipikal mall-mall lainnya, rame pengunjung mulai dari turis asing dan domestik. Pertunjukan air mancur yang menari-nari mulai sekitar jam 8 kalo gak salah. Tapi ternyata diluar ekspektasi, soalnya saya kira bakal ada musiknya, taunya enggak ada. Setelah lumayan puas liat air mancurnya, saya makan di foodcourt KLCC yang ternyata bisa juga liat air mancur dari jendela foodcourt sambil makan. Makan saya malam itu berupa Ipoh noodle. Jadi mie nya mirip kwetiau tapi kecil-kecil, dengan kecambah, bakso ikan dan semacam tofu. Kuahnya kental banget rasa ayamnya, saya yakin enggak mengandung MSG karena rasanya gurih alami.
Hari ketiga saya buang-buang waktu di Bukit Bintang. Lumayan asyik jalan-jalan di Bukit Bintang, karena banyak yang bisa diliat walaupun enggak belanja dan cuma jajan es krim Turki.
Photo 4-22-17, 6 01 18 PM
Sebelum pulang, puas-puasin makan makanan India lagi di NZ Curry. Hari itu saya makan roti prata cheese dengan kari kacang entah kacang apa, yang pasti enak dan ber-rempah tapi gak bikin eneg. Terus saya juga nyobain paper dosai. Dosai adalah semacam crepes yang terbuat dari tepung beras. Kenapa disebut paper? Apa rasanya kaya kertas? Ya enggak lah. Soalnya ukuran dosai nya segede kertas koran yang digulung. Cara makannya cukup disobek-sobek aja pake tangan, gak perlu kecentilan pake pisau dan garpu. Setelah disobek, terus dicocol ke dipping sauce nya yang terbuat dari rempah-rempah khas India. Rasanya? Enak bangeeet! Wajib coba ya kalo ke Malaysia.
Photo 4-24-17, 7 31 33 AM
Paper Dosai segede dosa
Photo 4-24-17, 7 33 10 AM
Sarapan Prata di NZ Curry
Selesai sudah trip santay saya di Kuala Lumpur. Setiap selesai nge-trip dari manapun, saya selalu bertanya ke diri sendiri. Apa saya bakal balik lagi kesana? Saya rasa enggak dalam waktu dekat ini walaupun budget kesana murah dan ada penerbangan langsung dari Bandung. Mungkin saya bakal balik lagi ke Malaysia dengan trip yang lebih jauh, ke Malaka, Penang, atau Genting. Tapi the next bucketlist saya sih Korea dan Turki. Ada yang mau bayarin saya? Siapa elu? Travel blogger kelas kere ngehe…ngareeep!
Advertisements

4 thoughts on “Trip Santay ke Kuala Lumpur Malaysia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s