Konbini: Minimarket di Jepang

Konbini atau convenience store adalah istilah untuk minimarket di Jepang. Konbini ada dimana-mana, dengan perusahaan yang bermacam-macam, misalnya yang sering saya lihat 7 Eleven, Lawson, dan Family Mart. Konbini menjual barang standar minimarket di Jepang seperti makanan (ringan-berat, panas-dingin), minuman (ringan, panas-dingin dan beralkohol), produk kecantikan, alat tulis, majalah, komik dan beberapa peralatan seperti payung, colokan listrik dan lain-lain. Konbini sudah menjadi bagian dari gaya hidup orang Jepang, tempat belanja sehari-hari orang Jepang, apalagi mana ada warung di Jepang. Berikut perbedaan konbini dengan minimarket di Indonesia menurut pandangan saya:

1. Makanan

Hampir semua konbini menjual makanan cepat saji yang panas seperti kroket, chicken karaage, oden dll. Juga terdapat makanan yang bisa di panaskan di dalam oven, seperti soba, udon, ramen dll. Ada juga makanan berat lainnya seperti bento, sushi, beef bowl dll. Jangan anggap remeh makanan di konbini lho, rasanya enak & murah! Kalau di Indonesia, tidak semua minimarket menyajikan makanan panas dan makanan berat. Selain itu konbini menjual makanan tradisional musiman. Untuk musim semi tersedia kue seperti sakura mochi, dango 3 warna (lupa namanya apa) dan lain-lain.

2. Antri

Yap, Jepang tidak bisa dipisahkan dari budaya antri-mengantri dengan teratur. Kita tidak bisa sembarangan menuju ke kasir, walaupun ada kasir yag kosong. Tetapi kita harus ikut antrian 1 jalur dari belakang, kemudian sampai giliran kita, kita baru bisa menuju atau dipanggil ke kasir yang kosong. Sistem ini merupakan culture shock bagi saya, tapi dengan sistem seperti ini pengunjung yang mengantri akan lebih rapi dan tidak saling menyerobot.

3. Jarak antar konbini

Kalo di Indonesia, jarak antar minimarket itu berdekatan atau malah berhadapan, kalo di Jepang jarak antar konbini lebih teratur dan berjauhan antara konbini satu dengan lainnya, ya kira-kira selang 100-200 m lah. Misalkan, di jalan A hanya ada Lawson, sedangkan di jalan B hanya ada 7 Eleven. Saya melihat konbini ini bersaing secara sehat dan tidak membuat konsumen kebingungan.

4. Pelayanan

Pelayanan di konbini sangat cepat. Kasirnya ngomong bahasa Jepangnya juga cepat banget. Saya yang kurang paham pun hanya perlu membayar, mengambil barang dan mengambil kembalian (kalo ada) tanpa ditodong pertanyaan “Mau sekalian isi pulsanya mas?” “Punya membernya mas?” “Uang kembaliannya boleh disumbangkan?” dari kasirnya. Tapi kalo kita beli makanan berat, si kasir biasanya nanya makanan nya mau dipanaskan atau enggak? Tentunya dengan bahasa Jepang. Di beberapa tempat, ada juga kasir yang bisa multi bahasa. Seperti yang saya alami, ketika saya dilayani dengan bahasa Mandarin karena mengira saya turis dari China, lalu digantikan dengan temannya yang fasih berbahasa Inggris.

Yang membuat saya kagum yaitu ketika saya ingin membeli lotion untuk kulit, tapi saya bingung lalu bertanya ke mbak kasirnya. Walaupun saya bertanya dengan bahasa Jepang seadanya ditambah bahasa Inggris, si kasir dengan sigap menjelaskan produk-produk yang ada, tentunya dengan bahasa Inggris seadanya dan terbata-bata. Ini menandakan bahwa keterbatasan dalam berbahasa tidak menyurutkan semangat mereka dalam bekerja. Ditambah lagi si mbak kasir selalu tersenyum dan sedikit tertawa yang membuat saya salah fokus, duh!

Saya akan membahas tiga konbini yang paling sering saya temui dan kunjungi.

  1. 7 Eleven

IMG_3646

Saya tidak tahu apakah 7 Eleven di Indonesia sama dengan di Jepang. Yang pasti 7 Eleven di Jepang menjual barang-barang yang hanya ada di Jepang dan tidak ada di Indonesia. Pengalaman saya adalah membeli payung disini untuk oleh-oleh karena modelnya cantik-cantik. Harganya 1000 yen. Agak mahal juga sih untuk sebuah payung kecil.

  1. Lawson
lawson-store-japan-osaka-november-osaka-there-brand-stores-84239207
Sumber: Dreamstime

Dari pengalaman saya, Lawson di Jepang dan di Indonesia mirip-mirip lah. Mereka sama-sama menjual makanan cepat saji seperti chicken karaage dan oden. Pertama tiba di Jepang, saya mampir ke Lawson di bandara Haneda dan membeli kopi. Disini kopi yang ditempatkan di gelas stereofoam rasanya masih standar. Maka dari itu disediakan gula cair, cream cair, dan karamel cair dalam kemasan cup kecil. Saya mencoba ketiganya dan ternyata kopi Lawson ini enak lho walaupun kopi sekelas minimarket. Menyeruput kopi panas ditengah dinginnya cuaca awal musim semi adalah kenikmatan yang HQQ! Waduh, saya jadi kangen kopi Lawson nih.

  1. Family Mart
1200px-Windbreak_room_at_FamilyMart_Miyako_Kanehama_Store
Sumber: Wikipedia

Family Mart menjual barang-barang standar minimarket di Jepang. Hmmm, enggak ada yang spesial disini alias semenjana alias biasa aja. Tapi makanan dan minumannya sama lengkapnya seperti di konbini lain. Entah kenapa saya kurang greget sama Family Mart ini, dan biasanya saya kesini kalo kepepet aja atau iseng liat-liat.

Ketiga konbini di atas merupakan tempat langganan saya membeli makanan baik itu onigiri untuk sarapan, makanan ringan, minuman dan oleh-oleh. Karena selain murah, semuanya enak-enak.

*Pro tips:
Terdapat majalah dewasa di hampir seluruh minimarket di Jepang. COBA lah baca atau sekedar buka-buka halamannya!

 

Iklan

2 tanggapan untuk “Konbini: Minimarket di Jepang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s