Japan Day 2 – Asakusa, Ginza, Akihabara

27 Maret 2016
Forecast: Mostly cloudy, 6º – 16º C

Ohayoo! Udah di Jepang nih. Hmmm. Enggak kerasa tiduran di bangku bandara Haneda ternyata udah pagi aja. Mana pagi-pagi bandara udah rame lagi. Bergerak melawan kantuk dan udara dingin memang agak susah ya, tapi harus saya lakukan demi ngantri tiket Tokyo Metro. Jam setengah 6 pagi antrian mulai mengular. Saran saya beli lah tiket Tokyo Metro 3 Day Pass biar bisa keliling Tokyo 3 hari naik subway sepuasnya! Alhamdulillah dapet dan langsung berangkat cuss ke Asakusa.

img_3630
Dede gemes, mau pada piknik kemana?

Perjalanan dari bandara Haneda ke Asakusa memakan waktu kurang lebih 40 menit menggunakan kereta Keikyu. Tiketnya beda dari Tokyo Metro Pass, jadi beli lagi terpisah. Saran saya, beli Passmo atau SUICA untuk naik kereta yang tidak tercover Tokyo Metro Pass seperti kerta Keikyu dan kereta yang menuju Odaiba. Selain itu, kedua IC card tersebut bisa dipakai di beberapa kota lain di Jepang seperti Kyoto dan Osaka.

Tips: Naiklah kereta Keikyu dengan stasiun terakhir Sengakuji untuk transit langsung dengan Asakusa Line. Dari sini langsung naik yang ke arah Asakusa dan turun di Asakusa Station.

Sampai di Asakusa masih pagi sekitar jam 7, sedangkan hostel baru bisa check in jam 8. Saya memutuskan untuk jalan-jalan di seputaran sungai Sumida. Toko-toko masih pada tutup, tapi suasana Asakusa buat saya yang baru pertama kali ke Jepang memang luar biasa. Perpaduan antara kultur tradisional dan modern terasa disini. Dari tepi sungai Sumida saya bisa melihat pemandangan distrik Asakusa dan Tokyo Skytree yang akhirnya saya bisa melihatnya real di depan mata sendiri, bukan di timeline Instagram.

img_3635
Ohayou Asakusa!

Sungai Sumida itu lumayan besar dan bersih banget. Bayangin aja, di tepian sungai Sumida banyak pohon Sakura yang sedang mekar dan ada juga yang sudah mekar penuh!

img_0006
Wooogh!
img_0012
Weeew!
img_3639
Sisi lain sungai

Belum puas menikmati pemandangan kota yang wow banget, tapi saya harus menuju hostel, yang jaraknya cuma beberapa ratus meter dari sungai Sumida.

Setelah check-in, naro barang dan mandi, saya langsung cuss aja ke kuil Sensoji yang jaraknya cuma 100 m dari hostel. Seriusan deket banget lho, tinggal keluar hostel, nyebrang pertigaan, jalan dikit, nyampe deh.

img_3696

img_0029

img_0027

img_0045-2

Keliling-keliling kompleks kuil, foto-foto sana sini dilanjut ke Kaminarimon untuk selfie di depan lampion raksasa. Agak susah juga soalnya banyak banget orang yang mau selfie, wefie, atau apapun itu di depan lampionnya.

img_0051
Crowded but fun!

Udah hampir tengah hari, makan dulu di Ippin ramen halal. Iya, halal lho, ownernya orang Malaysia dan waktu saya kesana lagi ada orang Malaysia ngumpul-ngumpul. Lanjut ke Ginza, ternyata cuma 1 kali naik kereta dari Asakusa. Tujuan ke Ginza sebenernya pengen belanja di Uniqlo yang store nya kuereeen banget! Akhirnya kesampean juga. Ginza ini semacem distrik perbelanjaan dimana banyak banget departement store dan butik. Mulai dari departement store yang merakyat macem Uniqlo dan GU, sampe yang kelas atas. Semua desainnya keren-keren, apalagi desain sepatu-sepatu lokal yang merk nya baru denger, keren bangat!

img_3678-2
Landmark Ginza, Wako Building

Pusing juga lama-lama liat yang keren dan kece tapi harganya dewa. Saatnya cuci mata untuk memenuhi hasrat dan nafsu fanboying ke Akihabara. Saya menyusuri entah apa nama jalannya, yang pasti saya melihat Yodobashi Camera, toko-toko yang menjual anime & game, AKB48 Cafe dan Gundam Cafe.

img_3685

img_3691
Sumpah saya bukan wota!
img_3692
Pengen masuk tapi sayang duit

Malam pun tiba dengan anginnya yg super dingin. Saya pun bergegas untuk pulang ke hostel, sumpah gak kuat! Padahal masih jam 7 malam. Makan malamnya saya beli soba di konbini alias minimarket, sekalian beli onigiri buat sarapan. Soba nya murah meriah, porsinya lumayan banyak dan enak juga. Isinya mie soba, rumput laut dan gorengan yang saya yakin itu adalah bala-bala* dan ternyata sudah ada kuah kaldu ikan dan shoyu* yang enaaak banget! Slurrp! Makan soba hangat di malam yang dingin itu the best!

Hari ke 2 ini seneng buangeet plus capek jalan. Yah, oyasumi (selamat malam) Tokyo.

Total pengeluaran hari ke 2:

  • Tokyo Metro Pass = ¥ 1500
  • Seven Eleven (kopi & 1 set masker) = ¥ 308
  • Lawson (lip balm) = ¥ 354
  • Hostel (1 orang) = ¥ 8448
  • Uniqlo = ¥ 6465
  • Ramen = ¥ 1070
  • Minum (air mineral) = ¥ 270
  • Gachapon (mainan kapsul) = ¥ 600
  • Jajan di tax free shop = ¥ 367
  • Family Mart (onigiri & soba) = ¥ 827
  • TOTAL KERUSAKAN DOMPET = ¥ 20209 !!!

WADUUUH!! Baru hari ke 2 udah begini banyak pengeluarannya! Akankah saya bertahan untuk beberapa hari kedepan di Jepang? Nantikan postingan saya selanjutnya!

*Bala-bala : Istilah bahasa sunda untuk bakwan
*Shoyu : Kecap Jepang

Baca kelanjutannya: Japan Day 3

Baca sebelumnya: Japan Day 1

Advertisements

6 thoughts on “Japan Day 2 – Asakusa, Ginza, Akihabara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s