Nginep Murah dan Nyaman di Hostel Khaosan Tokyo Origami

Masih berpikir dan beranggapan kalo nginep di Tokyo bakalan mahal? Ternyata anggapan itu sirna ketika saya menginap di Khaosan Tokyo Origami. Khaosan Tokyo Origami adalah salah satu hostel yang dimiliki oleh grup Khaosan. Khaosan Tokyo Origami berada di distrik Asakusa, Tokyo. Selain, di Tokyo, Khaosan memiliki hostel dan ryokan di kota-kota lain di Jepang seperti di Osaka, Kyoto dan lain-lain. Lingkungan hostelnya sangat nyaman dan dekat dengan lokasi wisata seperti kuil Sensoji, gerbang Kaminarimon dan Nakamise street. Walaupun di sekitar hostel terdapat objek wisata, pemukiman dan beberapa toko, tetapi lingkungannya cukup sepi sehingga tidak bising, cocok buat traveler yang pengen suasana tenang. Walaupun lingkungan sekitar sepi, tapi dijamin aman kok. Ketika saya menginap disana selama 3 malam, tidak ada suara keramaian yang mengganggu. Hostel ini terdiri dari 8 lantai. Lantai dasar adalah lobby dan resepsionis.

IMG_4113
Lantai dasar

Karena saya solo traveler juga low cost traveler, maka saya tidur di share room yang harganya paling murah sekitar Rp 300 ribuan kalo di rupiahin, share dengan traveler lain dengan model kasur bunk bed alias kasur tingkat. Bunk bed disusun kotak-kotak dengan pembatas kayu dan tirai, sekilas terlihat seperti kotak peti mati, tapi cukup nyaman kok, saya saja tidur dengan pulas (bahkan kesiangan!). Saya kebagian di atas. Cukup repot juga karena harus naik turun tangga kayu. Tapi overall nyaman, aman dan merupakan pengalaman yang tidak terlupakan. Di kamar tersedia loker kayu untuk menyimpan barang, cukup untuk menaruh backpack saya yang berukuran sedang. Pihak hostel menyediakan sandal slipper selama di dalam hostel, dan jangan lupa di lantai tatami tidak diizinkan memakai alas kaki. Lantai 8 adalah common room dengan lantai tatami, dapur, beberapa meja, kursi, TV, komputer yang dapat dipakai gratis dan bantal-bantal. Yang saya suka, disini kita bisa melihat distrik Asakusa dan kuil Sensoji. Saran saya, nongkrong lah di lounge pada waktu matahari terbit, terbenam, atau saat malam hari ditemani secangkir teh hijau panas karena pemandangannya bikin kita betah nongkrong disitu. Fasilitas dapurnya lengkap mulai dari kompor, pemanas air, kulkas, wastafel, dan peralatan makan. Juga terdapat kopi, teh biasa, teh hijau dan gula yang gratis. Karena ini hostel, maka kita dituntut untuk mandiri, seperti mencuci sendiri peralatan makan dan minum sehabis dipakai. Yang menjadi culture shock bagi saya adalah waktu saya mau bikin teh panas, kebiasaan saya adalah mengambil air dari galon, tapi disana tidak ada galon dan ternyata air diambil langsung dari kran dan dipanaskan begitu saja di pemanas air.

IMG_3795
View dari lantai 8

Hampir di setiap lantai terdapat shower room dan toilet diluar kamar. Pada waktu itu saya berpikir shower room dan toiletnya seperti kamar mandi luar di kosan. Ternyata shower room dan toilet berada di sebuah ruangan. Satu ruangan terdiri dari 3 shower room, 2 toilet, dan 3 wastafel. Di beberapa ruangan tersebut juga terdapat mesin cuci. Ruangan tersebut berlantai tatami. Karena ini di Jepang, jadi shower room dan toilet agak sempit tapi nyaman. Dan ingat, toiletnya adalah toilet kering jadi tidak ada gayung atau semprotan air.

IMG_3793
Shower room

Bagi yang lapar saat malam atau pagi hari, dapat membeli makanan di Seven Eleven dekat hostel karena selain murah, makanan dan minuman di Seven Eleven enak-enak dan unik khas Jepang pastinya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s